Posted by: andokokeuangan | September 28, 2012

Problem Finansial Karyawan Mempengaruhi Kinerjanya di Perusahaan

Pengalaman kami sebagai perencana keuangan pribadi seringkali mendapati beberapa masalah keuangan individu atau karyawan seperti masalah hutang kartu kredit, penghasilan 20 koma alias penghasilan hanya sampai tanggal 20 setelah itu koma dan karyawan tersebut harus mencari hutangan baru untuk menutup pengeluaran rumah tangganya, cashflow pribadi kacau, boros, tidak punya aset produktif, tidak punya tabungan, tertipu investasi bodong, karyawan menanggung beban biaya karena salah satu anggota keluarga terkena penyakit kritis, ketika mendapatkan bonus dan THR uang yang diperoleh dibelanjakan dengan berlebihan, tidak mengetahui kemana harus melakukan investasi dan yang paling sering menimbulkan pertengkaran dalam rumang tangga adalah beda persepsi cara mengatur keuangan dengan pasangan.

Problem finansial tersebut bisa menjadi beban bagi karyawan seperti dikejar-kejar debt collector, HRD menerima complain dari para istri karyawan mengenai situasi keuangan suaminya  sehingga pada akhirnya karyawan membawa persoalan keuangan rumah tangga ke dalam lingkungan kantor. Dampaknya adalah karyawan tersebut bisa menjadi tidak produktif dalam bekerja dan dapat mempengaruhi kinerjanya di perusahaan.

Beberapa masalah tersebut mungkin bisa diminimalisir apabila karyawan bisa memahami mengenai cara pengaturan keuangan, memahami produk keuangan maupun memahami hubungan antara kebiasaan mengelola keuangannya dengan masa depannya.

Keberhasilan finansial seseorang lebih banyak dipengaruhi oleh kebiasaan mengelola keuangannya maupun mindset dalam mengatur keuangan.  Contoh saja ketika seseorang menabung tetapi tidak pernah melakukannya atau seseorang yang  ingin melunasi hutang kartu kredit pada bulan pertama hingga ketiga mampu melakukanya namun demikian di bulan keempat ternyata terlibat hutang kembali. Apa yang terjadi ? Kenapa hal seperti itu bisa terjadi kembali ? Jawabannya adalah karena ada yang tidak selaras antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadarnya. Dalam konteks contoh diatas adalah di pikiran sadarnya ingin menabung tetapi di pikiran bawah sadarnya lebih enak belanja, atau di pikiran sadarnya mau melunasi hutang kartu kredit tetapi di dalam pikiran bawah sadarnya mengatakan bahwa hutang itu enak. Dan masih banyak hal-hal lain  sehingga penanganannya tidak bisa hanya sebatas memberikan perencanaan keuangan melainkan juga memperbaiki pola pikir (mindset), menyingkirkan kebiasaan lama dan menciptakan kebiasaan baru dalam mengelola keuangannya.

Berikut adalah beberapa tips yang mungkin bisa dilakukan untuk melakukan program ulang pikiran bawah sadar berkaitan dengan keuangan pribadi:

mendefinisikan kembali arti kesejahteraan. Bukan penampilan tampak kaya, itu hanyalah kekayaan semu milik artis-artis Hollywood, kekayaan sesungguhnya adalah seberapa jauh uang anda bisa menopang pengeluaran dan kehidupan anda meskipun anda tidak sedang bekerja.

memprogram ulang pikiran bawah sadar dengan melakukan afirmasi (kata-kata yang diulang-ulang dan dilakukan secara terus menerus hingga akhirnya menjadi citra diri si pengucapnya). Dengan cara ini pikiran bawah sadar dihujani oleh kata-kata atau identitas baru yang diinginkan menjadi milik kita

melakukan visualisasi effektif untuk pemrograman bawah sadar dengan teknik-teknik dengan cara terapi keuangan dan melakukan games sehingga dapat mudah diingat pada pikiran bawah sadarnya dan menjadikan kebiasaan baru dan pola pikir baru itu menyenangkan dan bisa diterima. Akhirnya menjadi sejahtera adalah sebuah program alamiah dalam diri pribadi individu. Dengan kata lain kami melakukan penjernihan antara pikiran sadar dan bawah sadarnya dalam mengelola keuangan mereka dan karyawan dapat mencapai tujuan keuangan di masa yang akan datang.  Cara ini bisa dilakukan melalui seminar dan training maupun konsultasi sehingga masalah keuangan karyawan dapat diminimalisir atau bahkan sampai dihilangkan dan karyawan dapat kembali menunjukkan konsentrasi dalam bekerja serta meningkatkan kinerjanya di perusahaan .

Apabila beban psikologisnya sudah terselesaikan tahap selanjutnya karyawan dapat mempelajari mengenai pentingnya perencanaan keuangan hingga produk keuangan.

Artikel ini saya muat sebagaimana saya tulis di : http://oneshildt.com/problem-finansial-karyawan-mempengaruhi-kinerjanya-di-perusahaan/

Advertisements
Posted by: andokokeuangan | September 28, 2012

Tingkatkan Pendapatan, Kurangi Pengeluaran

M Andoko, pakar perencana keuangan (financial planner), memberikan tips pengelolaan keuangan keluarga, untuk mengantisipasi tingginya harga kebutuhan pokok. Apalagi dalam enam bulan ke depan ada kemungkinan harga BBM jadi dinaikkan.

Andoko, saat Independent Financial Planning Expo 2012, di Gedung SMESCO, Jakarta, Sabtu (10/2), mengungkapkan, kenaikan harga BBM itu sebenarnya faktor ekonomi makro, atau tidak dapat dikendalikan oleh individu. Ada dua hal yang dapat dilakukan individu, yaitu mengatur pendapatan dan pengeluaran.

Menurutnya, meski keadaan ekonomi sedang baik, pendapatan dan pengeluaran tetap harus dikelola untuk mendapatkan surplus. Sehingga, ketika kondisi ekonomi tiba-tiba berubah secara mendadak, dana surplus tersebut dapat sedikit membantu menopang ekonomi.

“Kami sebagai financial planner, menginspirasi klien untuk mencari pendapatan lain (other income). Tambahan pendapatan tersebut dapat diperoleh dari pekerjaan, dari pengelolaan aset, ataupun dari hobi,” jelas Andoko.

Menurut Andoko, hobi merupakan alternatif pilihan yang paling mudah, karena selain menjalankan apa yang disukai, individu juga mendapatkan kesenangan pribadi dan keuntungan finansial. “Menjalankan hobi itu lebih fun, jadi tidak terasa kalau sambil bekerja,” ujarnya.

Dalam mengelola pengeluaran, Andoko menjelaskan, ada tiga komponen yang memengaruhi, yaitu pengeluaran tetap, pengeluaran semi-variable, dan pengeluaran variable.

Pengeluaran tetap adalah pengeluaran yang tidak bisa diganggu gugat, karena dampaknya berpengaruh terhadap pendapatan, seperti kredit rumah, kredit kendaraan, dan kredit lainnya. Bila pengeluaran ini ditunda, akan memiliki konsekuensi bunga atau denda yang harus dibayarkan.

Pengeluaran semi-variable berada di antara pengeluaran tetap dan variable, contohnya biaya listrik dan telepon. Pengeluaran ini memiliki pengeluran tetap, seperti abodemen, tetapi penggunaannya bisa diatur supaya biayanya tidak membengkak.

Sedangkan pengeluaran variable adalah pengeluaran yang masih bisa diatur oleh individu, seperti biaya kebutuhan pokok, entertainment, dan biaya lainnya.

“Tujuan utama dari perencanaan bukan untuk menghilangkan, tetapi hanya untuk mengatur dan mengurangi kebutuhannya,” kata Andoko.

Selain tiga kebutuhan utama tersebut, ada kebutuhan lain-lain yang menjadi kebutuhan spiritual, seperti persembahan dan sedekah. “Kami tidak pernah melupakan bahwa setiap orang memiliki kebutuhan spiritualnya masing -masing. Sebagai financial planner kami juga selalu menerapkan prinsip, banyak memberi, banyak menerima,” tambah Andoko. [WS]

Artikel ini saya muat sebagaimana ditulis di : http://cars.gatra.com/ekonomi/46-ekonomi/10844-tingkatkan-pendapatan-dan-kurangi-pengeluaran

Posted by: andokokeuangan | September 28, 2012

Jurus Menangkal Over Spending

SETIAP orang pasti mempunyai masalah, salah satunya tentang keuangan. Terkadang, mereka selalu deg-degan menjelang akhir bulan. Fenomena ini memang bisa terjadi kepada siapa saja. Untuk itu, ada berbagai langkah untuk mengatasi hal tersebut.

Baik kita akan bicarakan lebih dulu fakta keuangan dalam wilayah kecil yaitu keluarga. Banyak orang yang merasa sudah bekerja membanting tulang, tapi masih merasa penghasilan yang diterima selalu kurang untuk menutup kebutuhan sehari-hari. Bahkan, tidak jarang gaji cuma mampir sejenak di rekening. Belum sampai separuh bulan terlampaui, saldo tabungan sudah melompong alias kosong.

Jika pengalaman tersebut juga menimpa Anda, ada dua penyebab yang mungkin menjadi pemicunya. Pertama, bisa jadi gaji Anda memang terlalu kecil ketimbang kebutuhan anda sehari-hari  atau dalam kondisi under earning (kurang penghasilan).

Atau, kedua, hidup Anda terlampau boros alias over spending. Dan tidak dipungkiri, memang kebutuhan hidup antara satu orang dengan yang lain tidak sama. Namun, menurut beberapa perencana keuangan, ada beberapa ukuran yang bisa Anda gunakan untuk menakar apakah penghasilan kita sudah ideal atau belum. Pertama, penghasilan yang Anda terima harus bisa menutupi biaya hidup (living cost) utama. Biaya hidup ini mencakup pemenuhan sandang, pangan, papan, komunikasi, transportasi, dan perawatan diri.

Menurut Muhammad Andoko, perencana keuangan dari One Consulting, mengatakan pengeluaran untuk memenuhi living cost sebaiknya tidak melebihi 30% dari total penghasilan Anda. Mike Rini, perencana keuangan dari MRE Financial & Bussines Advisory menambahkan, Anda harus menghitung biaya hidup secara detail.

“Perihal kebutuhan makan, misalnya, Anda harus menghitung pengeluaran tiga kali makan dalam sehari selama satu bulan penuh,” ujar Andoko. Begitu pula terhadap kebutuhan makan dan susu anak, seandainya Anda sudah berkeluarga. Anda harus menghitung anggaran per bulan yang Anda butuhkan secara terperinci.

Kebutuhan uang untuk belanja pakaian juga harus Anda cermati. Jika Anda rutin berbelanja pakaian untuk diri sendiri maupun anggota keluarga, masukkan pos ini dalam hitungan pengeluaran biaya hidup. Komponen biaya hidup lain adalah tempat tinggal.

Bila Anda belum memiliki rumah, hitung ongkos untuk menyewa tempat tinggal. Kalau sudah memiliki rumah sendiri, biaya perawatan rumah harus Anda masukkan dalam hitungan ini. Selanjutnya, jangan lupakan kebutuhan transportasi. Kalau sudah memiliki kendaraan, silakan hitung ongkos untuk membeli bensin, ganti oli, serta kebutuhan perawatan kendaraan.

Jika tidak memiliki kendaraan, berarti Anda harus menyiapkan anggaran angkutan umum. Selain menghitung ongkos transportasi sendiri, Anda juga harus memperhitungkan ongkos transportasi sehari-hari keluarga, misalnya antar jemput sekolah anak. Pos lain yang bisa Anda hitung sebagai biaya hidup adalah dana untuk komunikasi, mencakup pulsa telepon maupun langganan akses internet.

Anda juga perlu memasukkan pengeluaran untuk perawatan diri. Termasuk dalam pos ini antara lain kebutuhan belanja kosmetik, parfum, atau peralatan mandi. Jangan lupakan ongkos mencuci pakaian. “Pukul rata, setiap laki-laki dan perempuan dewasa paling tidak butuh dana sekitar Rp. 300.000 per bulan untuk biaya perawatan diri,” kata Mike. Nah, seluruh kebutuhan hidup rutin tersebut idealnya tidak boleh melebihi 30% total penghasilan Anda.

Artikel ini saya muat sebagaimana ditulis di : http://informasi-bogor.com/jurus-menangkal-over-spending/

Posted by: andokokeuangan | September 28, 2012

Penghasilan Terlalu Tipis atau Gaya Hidup Boros?

Meskipun sudah bekerja membanting tulang, acapkali kita merasa penghasilan yang kita terima selalu keteteran menutup kebutuhan sehari-hari. Bahkan, tak jarang gaji cuma mampir sejenak di rekening. Belum sampai separuh bulan terlampaui, saldo tabungan sudah melompong.

Jika pengalaman tersebut juga menimpa Anda, ada dua penyebab yang mungkin menjadi pemicunya. Pertama, bisa jadi gaji Anda memang terlalu kecil ketimbang kebutuhan Anda sehari-hari. Atau, kedua, hidup Anda terlampau boros.

Memang, kebutuhan hidup antara satu orang dengan yang lain tidak sama. Namun, menurut beberapa perencana keuangan, ada beberapa ukuran yang bisa Anda gunakan untuk menakar apakah penghasilan kita sudah ideal atau belum.

Pertama, penghasilan yang Anda terima harus bisa menutupi biaya hidup (living cost) utama. Biaya hidup ini mencakup pemenuhan sandang, pangan, papan, komunikasi, transportasi, dan perawatan diri.

Muhammad Andoko, perencana keuangan dari One Consulting, mengatakan pengeluaran untuk memenuhi living cost sebaiknya tidak melebihi 30% dari total penghasilan Anda.

Mike Rini, perencana keuangan dari MRE Financial & Bussines Advisory menambahkan, Anda harus menghitung biaya hidup secara detail. “Perihal kebutuhan makan, misalnya, Anda harus menghitung pengeluaran tiga kali makan dalam sehari selama satu bulan penuh,” ujar dia.

Begitu pula terhadap kebutuhan makan dan susu anak, seandainya Anda sudah berkeluarga. Anda harus menghitung anggaran per bulan yang Anda butuhkan secara perinci.

Kebutuhan uang untuk belanja pakaian juga harus Anda cermati. Jika Anda rutin berbelanja pakaian untuk diri sendiri maupun anggota keluarga, masukkan pos ini dalam hitungan pengeluaran biaya hidup. Komponen biaya hidup lain adalah tempat tinggal. Bila Anda belum memiliki rumah, hitung ongkos untuk menyewa tempat tinggal. Kalau sudah memiliki rumah sendiri, biaya perawatan rumah harus Anda masukkan dalam hitungan ini.

Selanjutnya, jangan lupakan kebutuhan transportasi. Kalau sudah memiliki kendaraan, silakan hitung ongkos untuk membeli bensin, ganti oli, serta kebutuhan perawatan kendaraan. Jika tidak memiliki kendaraan, berarti Anda harus menyiapkan anggaran angkutan umum. Selain menghitung ongkos transportasi sendiri, Anda juga kudu memperhitungkan ongkos transportasi sehari-hari keluarga, misalnya antar jemput sekolah anak.

Pos lain yang bisa Anda hitung sebagai biaya hidup adalah dana untuk komunikasi, mencakup pulsa telepon maupun langganan akses internet.

Anda juga perlu memasukkan pengeluaran untuk perawatan diri. Termasuk dalam pos ini antara lain kebutuhan belanja kosmetik, parfum, atau peralatan mandi. Jangan lupakan ongkos mencuci pakaian. “Pukul rata, setiap laki-laki dan perempuan dewasa paling tidak butuh dana sekitar Rp 300.000 per bulan untuk biaya perawatan diri,” kata Mike.

Nah, seluruh kebutuhan hidup rutin tersebut idealnya tidak boleh melebihi 30% total penghasilan Anda.

Penghasilan tambahan

Selain untuk menutup biaya hidup rutin, pendapatan Anda harus tersisa untuk menyiapkan dana darurat. Dana darurat kita perlukan apabila ada kebutuhan dana di luar kebutuhan rutin tadi, misalnya sakit. Menurut Andoko, jika Anda telah berkeluarga, minimal dana darurat yang Anda sediakan sekitar enam kali gaji. Tapi, jika Anda masih lajang, menurut Mike, cukup alokasikan dana sebanyak tiga kali gaji.

Dana darurat bisa Anda siapkan dengan menyisihkan kurang lebih 30% pendapatan Anda. Ketika dana darurat sudah terkumpul, 30% pendapatan tetap harus Anda sisihkan sebagai tabungan untuk persiapan kebutuhan jangka panjang.

Kebutuhan Anda tak berhenti di situ. Gaji Anda juga harus bisa menutupi seluruh cicilan utang, mulai kartu kredit, kredit kendaraan, atau kredit rumah. Andoko menyarankan total cicilan utang ini maksimal 30% penghasilan sebulan. “Jika lebih dari itu, keuangan Anda tak sehat,” pesan dia. Oh, iya, jangan lupa menghitung kebutuhan dana untuk membayar premi asuransi dan setoran dana pensiun.

Apabila seluruh kebutuhan tersebut telah terpenuhi, baru Anda bisa menganggarkan biaya gaya hidup (lifestyle). Masuk dalam kelompok ini adalah jalan-jalan bersama keluarga, rekreasi akhir pekan, dan semacamnya. Anggaran gaya hidup antara 10% hingga 20% dari total penghasilan Anda.
Kini bandingkan total kebutuhan dan tersebut dengan pendapatan Anda. Jika masih ada dana tersisa, Anda boleh melonjak-lonjak gembira. Sebaliknya, jika penghasilan Anda lebih sedikit, jangan kendor semangat. Anda cuma perlu menyusun siasat untuk mengatasi kondisi besar pasak daripada tiang tersebut.

Langkah paling instan yang bisa Anda tempuh adalah mengendalikan pengeluaran. Mike mengatakan, pengetatan anggaran bisa Anda lakukan dengan memangkas pengeluaran.

Tetapi dia mewanti-wanti, jangan sampai Anda menurunkan kualitas hidup terlalu jauh, misalnya mengurangi jatah makan dari yang semula tiga kali sehari menjadi hanya dua kali sehari. Bukan berhemat, bisa jadi Anda malah tambah boros karena harus berobat. Akibat lebih buruk lagi, Anda mungkin kehilangan sebagian pendapatan karena tak bisa bekerja.

Ketimbang mengurangi jatah makan, kurangi frekuensi jalan-jalan di akhir pekan, misalnya. Bisa pula Anda antar jemput anak sendiri pakai sepeda motor. Setiap kali tergiur menggesek kartu kredit, ingatlah tagihan yang harus Anda bayar.

Sembari berhemat, Anda harus memutar otak menambah penghasilan. Pilihannya bervariasi: pindah kerja ke perusahaan lain yang menawarkan gaji lebih gede atau sekadar mencari penghasilan tambahan.

Jika belum ada kesempatan pindah kerja, pendapatan tambahan bisa Anda peroleh dari membuka usaha bermodal cekak atau mencari pekerjaan sambilan. Contoh cara mendapat tambahan penghasilan tanpa mengeluarkan modal adalah menjadi agen asuransi atau agen properti, menulis buku, dan menjadi pengajar.

Kondisi “besar pasak daripada tiang” harus segera Anda akhiri, baik dengan cara mengecilkan pengeluaran maupun memperbesar pendapatan. Semakin lama terjebak dalam kondisi tak menguntungkan ini, semakin dalam Anda terjebak dalam kubangan utang.

Selamat bagi Anda yang kini memiliki tiang lebih besar ketimbang pasak. Jika sebaliknya, Anda jangan patah semangat untuk memperbaikinya.

Artikel ini saya muat sebagaimana ditulis di : http://mobile.kontan.co.id//news/penghasilan-terlalu-tipis-atau-gaya-hidup-boros

Posted by: andokokeuangan | September 28, 2012

Mesti Pintar Cari Tambahan dan Mengatur Keuangan

Kebutuhan hidup bulanan terpenuhi, tak punya cicilan utang, dan mempunyai alokasi dana untuk investasi, tentu menjadi dambaan sebagian besar orang. Untuk mewujudkan itu semua, jelas, pemasukan harus lebih gemuk dari hitung-hitungan pengeluaran. Bagi karyawan, baik swasta maupun pemerintah, kenaikan gaji menjadi jalan keluar yang diharapkan untuk memperbesar porsi pemasukan.

Perencana keuangan menyebut, idealnya kenaikan gaji setidaknya dua kali besaran inflasi tahun tersebut. Jadi jika prediksi inflasi tahun ini 4,5%, idealnya kenaikan gaji karyawan adalah 9%. Lantas apa yang harus dilakukan jika kenaikan gaji di bawah inflasi?

Jika perusahaan memang mentok tak bisa mengatrol kenaikan gaji sesuai inflasi, jangan buru-buru memutuskan pindah kerja. Masih ada pilihan lain: Anda mengatur ulang arus pemasukan dan pengeluaran. Pasalnya, mencari pekerjaan baru dengan harapan mendapatkan gaji lebih pun tak semudah membalikkan telapak tangan.

Evaluasi keuangan

Perencana keuangan dari One Consulting M. Andoko menyarankan agar Anda mengamankan keuangan dulu. Mau tak mau, Anda harus lebih mengencangkan ikat pinggang dan mengerem gaya hidup yang menguras finansial. “Pengeluaran itu kontrolnya ada pada diri kita sendiri,” katanya.

Pengeluaran yang bisa ditekan, misalnya, adalah biaya makan. Jika biasanya Anda membeli makan siang, tak ada salahnya, kini lebih sering membawa bekal sendiri.

Biaya transportasi juga bisa diperhitungkan untuk dikempiskan. “Kalau biasanya ke kantor naik mobil sendiri, sekarang bisa bareng dengan teman sehingga biaya bensin dan tol bisa diatur bersama,” kata Mike Rini Sutikno, perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi.

Perencana keuangan dari TGRM Financial Planning Services Taufik Gumulya menjelaskan, rumus dasar pengelolaan keuangan keluarga yang sehat adalah cicilan utang tak lebih dari 30% dan besaran investasi 10% dari total penghasilan bulanan. Semakin kecil persentase cicilan utang dan semakin besar persentase investasi, tentu makin baik. Dengan mengetahui rumusan tersebut, Anda bisa mengukur sejauh mana tingkat kesehatan keuangan Anda.

Menambah penghasilan

Selain mengendalikan pengeluaran, para perencana keuangan juga menyarankan Anda mulai mencari sumber pendapatan baru di luar pendapatan utama. Berikut detail saran dari para perencana keuangan itu:

Melirik keranjang investasi

Sebaiknya, Anda mencari keranjang investasi untuk investasi jangka pendek saja atau sampai tiga tahun. Meski dari sisi return, biasanya, kalah jauh ketimbang keranjang investasi jangka menengah dan panjang, setidaknya, risikonya tidak besar dan relatif lebih likuid.

Anda tentu tak ingin duit yang Anda benamkan justru ajrut-ajrutan nilainya bukan? Padahal duit tersebut diharapkan bisa dicairkan sewaktu-waktu jika diperlukan untuk menambal penghasilan utama yang tak maksimal.

Pilihan keranjang investasi para perencana keuangan adalah reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang, dan obligasi ritel. “Investasi tersebut masih bisa diandalkan untuk menghasilkan return di atas 7% atau di atas target inflasi 4,5%,” kata Andoko. Untuk besaran investasinya, Taufik tetap bilang 10% dari penghasilan.

Kerja tambahan

Mencari pekerjaan sampingan juga bisa menjadi alternatif Anda mencari pendapatan tambahan. Saran Andoko dan Mike, carilah pekerjaan tambahan yang sesuai dengan kegemaran. Tujuannya agar Anda tak terlampau tegang melakoninya. Maklum, dengan mencari pekerjaan tambahan, otomatis, Anda harus membagi konsentrasi lebih banyak lagi. Jangan sampai, gara-gara kerja tambahan, pekerjaan utama lalu dilakukan asal-asalan.

Misalnya, Anda hobi fotografi. Maka, tak ada salahnya Anda menawarkan jasa fotografi di waktu senggang, misalnya, saat akhir pekan. Atau, bagi Anda yang mempunyai gairah besar dalam pendidikan, mencari pekerjaan tambahan dengan memberikan kursus, les privat, hingga mengajukan diri menjadi pengajar tamu di sebuah instansi pendidikan pun bukan hal yang mustahil. Begitu pula, Anda yang hobi dengan komputer, bisa saja membuka jasa servis komputer.

Bisa dibilang, upaya untuk mencari kerja tambahan tersebut tak butuh modal besar. “Hanya memanfaatkan keahlian yang ada saja,” kata Mike.

Membuka usaha

Untuk Anda yang mau repot, membuka usaha bisa menjadi pilihan mencari nafkah tambahan. Namun, para perencana keuangan mengingatkan, risiko pilihan ini sangat besar. Apalagi bagi Anda yang baru pertama kali mencoba membuka usaha. “Sebanyak 90% pengusaha pemula mengalami kegagalan ketika membuka usahanya,” kata Taufik.

Indikator kegagalan usaha, menurut Taufik, yakni jika hingga enam bulan usaha tak kunjung mendatangkan untung. Atas dasar itulah, Taufik mengatakan, idealnya seorang pengusaha yang akan membuka usaha setidaknya memiliki tiga kali modal. Jadi ketika usaha gagal hingga bulan keenam, dia masih bisa meneruskan usaha hingga setahun ke depan.

Mengenai modal, para perencana keuangan menyarankan agar Anda mengutamakan pinjaman lunak, seperti dari keluarga atau teman. Jika tak memungkinkan, bisa saja mengambil pinjaman dari bank. “Tapi harus dihitung benar tentang kemampuan mencicil. Jangan sampai justru menggerus pemasukan utama bulanan,” wanti-wanti Mike.

Sementara untuk usaha yang dikembangkan, para perencana keuangan menyarankan agar Anda mempelajari benar usaha yang dipilih; termasuk mempelajari cara pemasaran yang jitu dan melihat potensi pengembangannya.

Kalau tak mau repot, membeli waralaba bisa jadi pilihan yang menyederhanakan kerepotan tersebut. Soalnya, pemilik waralaba biasanya sudah mempunyai penghitungan rinci tentang proyeksi pendapatan dan balik modal. “Tapi, tetap harus selektif saat memilih waralaba karena tak semua waralaba menjanjikan keuntungan seperti yang tertuang dalam perencanaan keuangan mereka,” kata Andoko.

Para perencana keuangan juga berpesan, Anda harus total mengelola usaha itu meski hanya usaha sampingan. Siapa tahu dengan keseriusan Anda, usaha tersebut justru menghasilkan pendapatan lebih besar dari pendapatan utama.

Menyewakan properti

Kalau kebetulan rumah Anda cukup besar atau Anda memiliki lebih dari satu rumah, menyewakan rumah bisa dilakukan. Bahkan, Taufik mengatakan, jika Anda mempunyai tabungan lebih yang bisa digunakan sebagai uang muka untuk membeli properti, membeli properti untuk disewakan juga bisa Anda pertimbangkan. Dengan catatan, setelah uang digunakan untuk membeli properti, masih ada dana cadangan lebih dalam di brankas.

Agar gampang dilirik penyewa, saran para perencana keuangan, pilihlah lokasi yang strategis. Jika berada di tempat yang strategis, kemungkinan besar, Anda bisa menyewakan dengan harga yang cukup tinggi. Potensi kenaikan harganya pun baik. “Tentu yang diharapkan uang sewa bisa menutup cicilan rumah dan menyisakan hasil untuk pendapatan tambahan,” kata Taufik.

Sekarang pilihan ada di tangan Anda. Mana sumber pendapatan tambahan yang akan Anda pilih?

#Pertimbangan finansial jika mencari kerja

Jika pada akhirnya Anda memutuskan untuk mencari pekerjaan baru, para perencana keuangan menyarankan agar Anda bisa melakukan negosiasi yang baik dari sisi finansial. Tujuannya tak lain adalah agar Anda mendapatkan gaji lebih besar daripada yang didapat sebelumnya sehingga keuangan Anda bisa lebih sehat.

Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi Mike Rini Sutikno menyarankan, besaran gaji yang sebaiknya Anda perjuangkan adalah 20% lebih tinggi dibandingkan gaji yang diterima sebelumnya. Tentu saja, Anda juga harus mencari informasi tentang potensi kenaikan gaji per tahun serta indikator apa saja yang menentukan kenaikan tersebut.

Perencana keuangan One Consulting M. Andoko mengingatkan, ketika menghitung peningkatan gaji, sebaiknya, Anda juga memasukkan bonus di luar gaji bulanan dan tunjangan hari raya (THR). Jadi, besaran gaji bulanan Anda adalah jumlah semua uang yang diterima dalam setahun dari perusahaan dibagi 12. “Soalnya ada perusahaan yang mungkin gajinya tak terlalu besar tapi sering memberikan bonus,” kata Andoko beralasan.

Di luar gaji, sejumlah fasilitas pun harus menjadi pertimbangan. Sebut saja tunjangan kesehatan, dana pensiun, serta uang makan dan transportasi. Semakin jauh jarak rumah Anda ke perusahaan yang baru, biaya transportasi akan semakin mahal. Artinya, bisa saja, Anda nombok. Oh, iya, pertimbangkan pula berapa lama waktu yang Anda perlukan untuk diangkat sebagai karyawan tetap.

Anda tentu tak mau berlama-lama menjadi karyawan magang dan menerima gaji tak sampai 100%. Sementara, ekspektasi Anda adalah mendapatkan gaji yang nilainya bisa memperkecil rasio cicilan utang dan memperbesar rasio investasi.

Artikel ini saya muat sebagaimana ditulis di : http://mobile.kontan.co.id//news/mesti-pintar-cari-tambahan-dan-mengatur-keuangan

Posted by: andokokeuangan | September 28, 2012

Who Wants to be a Financial Planner ?

Mungkin Anda ingat acara televisi Who Wants to be a Millionaire. Ketika Anda mengikuti kuis tersebut tentu saja ada langkah-langkah yang harus Anda lalui.  Sama juga untuk menjadi perencana keuangan, ada serangkaian langkah-langkah yang harus diikuti. Saat ini profesi perencana keuangan di Indonesia mulai banyak diminati oleh para profesional di bidang industri jasa keuangan maupun para profesional yang terkait dengan jasa keuangan.

Lalu langkah-langkah apa saja yang harus Anda lakukan untuk menjadi perencana keuangan dan apa saja yang dilakukan seorang perencana keuangan?  Berikut ini adalah tips untuk menjadi seorang perencana keuangan.

1.       Memiliki salah satu sertifikasi  perencana keuangan

Sertifikasi perencana keuangan dibutuhkan untuk mengetahui kompetensi dari perencana keuangan karena perencana keuangan adalah salah satu profesi yang bukan hanya diakui di negara ini melainkan juga dunia internasional.  Untuk bisa memiliki sertifikasi ini maka Anda harus mengikuti beberapa pendidikan perencanaan keuangan yang diadakan oleh beberapa institusi pendidikan. Setelah selesai Anda bisa mengikuti ujiannya dan apabila lulus maka Anda berhak mendapatkan gelar perencanaan keuangan sesuai dengan institusi atau lembaga yang mengeluarkan.

2.       Memperkenalkan diri

Ada beberapa cara untuk memperkenalkan diri Anda sebagai perencana keuangan antara lain  membuat website, menulis tentang seputar perencanaan keuangan di beberapa media cetak, join di asosiasi perencanaan keuangan, mengikuti komunitas, aktif memberikan tips di social media atau magang di salah satu perusahaan perencanaan keuangan yang sudah ada.   

3.       Membuat suatu event seminar atau training

Apabila Anda sudah semakin banyak dikenal oleh masyarakat saatnya sekarang untuk membuat event seminar atau training. Tujuannya adalah untuk membagikan pengetahuan teknis Anda kepada masyarakat dan pada saat yang bersamaan bisa dijadikan sebagai bagian dari promosi juga.  Seiring waktu, seminar atau training Anda bisa semakin banyak diketahui oleh masyarakat dan Anda bisa memberikan harga dari seminar atau training Anda.

4.       Memberikan konsultasi perencanaan keuangan

Konsultasi perencana keuangan merupakan salah satu pekerjaan perencana keuangan yang menantang karena pekerjaan ini bukan hanya mengandalkan kemampuan teknis sebagai perencana keuangan melainkan juga kemampuan komunikasi. Konsultasi perencana keuangan juga merupakan salah satu sumber untuk membuat perencana keuangan menjadi jauh lebih cerdas karena memiliki banyak masalah keuangan yang harus diselesaikan dan membuat perencana keuangan kaya akan solusi dari masalah keuangan kliennya.

5.       Membuat perusahaan perencanaan keuangan

Apabila klien Anda sudah semakin banyak dan Anda sudah mulai lebih banyak dikenal oleh masyarakat serta bisnis dari perencanaan keuangan semakin meningkat sudah tiba saatnya Anda membentuk suatu badan hukum dari usaha Anda.


Moh. Andoko MM CFP® QWP™ MCHT
Perencana Keuangan Independen
Oneshildt Financial Planning

Artikel ini saya muat sebagaimana ditulis di : http://ifpc.kontan.co.id/2012/09/21/who-wants-to-be-a-financial-planner/

Posted by: andokokeuangan | September 25, 2012

Pajak atas Investasi dan Tabungan

Konon katanya di dunia ini hanya ada dua yang pasti, yang pertama itu mati dan yang kedua itu  adalah membayar pajak.

Dapat dipastikan bahwa membayar pajak menjadi satu keharusan yang  pasti untuk setiap individu mulai lahir sampai mati.

Mau makan, kena pajak, punya penghasilan kena pajak, beli rumah kena pajak, beli baju kena pajak, beli saham kena pajak. Hampir semua aspeek kehidupan manusia diwajibkan membayar pajak.

Dalam personal financial planning, membayar pajak merupakan bagian yang tak terpisahkan. Apa yang harus dilakukan seseorang untuk mengantisipasi hal ini sehingga pajak tidak merusak perencanaan keuangan pribadinya?

Mau tidak mau seorang yang melakukan perencanaan keuangan  harus sedikit tahu tentang pajak minimal pajak-pajak yang terkait dengan  tabungan dan investasi.

Walaupun memang ada beberapa objek yang sampai saat ini masih terbebas dari pajak, akan tetapi saya akan jelaskan beberapa pajak terkait dengan tabungan dan investasi serta produk keuangan lainnya.

1. Bunga Tabungan dan Deposito

Tarif pajak yang dikenakan sebesar 20% atas penghasilan dari bunga deposito dan tabungan yang bersifat final.

2. Transaksi Saham

Dikenakan tarif pajak sebesar 0,1% dari total nilai transaksi penjualan saham untuk saham yang sudah go publik dan bersifat final.  Sementara untuk penjualan saham yang belum go publik dikenakan pajak progresif.

3. Dividen

Dividen yang dibayarkan kepada individu atau Wajib Pajak Dalam Negeri dikenakan PPh sebesar 10% dan bersifat final.

4. Obligasi

Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dari Wajib Pajak berupa bunga atau kupon obligasi akan dikenakan pajak yang bersifat final.

Obligasi itu sendiri terdiri atas 2 macam, yakni :
a. Obligasi dengan kupon
b. Obligasi tanpa kupon

Atas diskonto atau bunga dari Obligasi dikenakan pajak sesuai ketentuan sebagai berikut :

a. Pajak sebesar 15% dari jumlah bruto bunga obligasi bagi Wajib Pajak Dalam Negeri dan Bentuk Usaha Tetap.

b. Pajak sebesar 20% dari jumlah bruto bunga obligasi bagi Wajib Pajak Luar Negeri.

c. Pajak sebesar 5% dari jumlah bruto bunga obligasi bagi Wajib Pajak Reksadana ( berlaku antara tahun 2011-2013)

D. PAJAK SEBESAR 15% dari jumlah bruto bunga obligasi bagi Wajib Pajak Reksadana ( berlaku antara tahun 2014 – seterusnya )

5. Reksadana

Keuntungan yang diterima dari pemegang saham reksadana tertutup dari penjualan saham yang dijual di bursa dikenakan pajak sebesar 0,1% dan bersifat final.

6. Unit Link

Terhadap pembayaran akibat penutupan asuransi yang mengandung unsur tabungan atau investasi, apabila pembayaran manfaat tabungannya dilakukan dalam masa 3 tahun atau kurang, maka selisih antara manfaat tabungan yang diterima dengan premi yang telah dibayar, diperlakukan sama dengan penghasilan atas bunga deposito dan dikenakan tarif pajak sebesar 20% dihitunga dari jumlah bruto dan bersifat final.

7. Polis Asuransi

Klaim atas pollis asuransi berupa uang pertanggungan sesuai dengan Undang-Undang pajak penghasilan sampai saat ini bukan merupakan objek pajak.

8. Tanah dan Bangunan

Atas penjualan Tanah dan Bangunan akan dikenakan pajak sebesar 5% dan bersifat final.  Untuk lebih lengkapnya tentang pajak-pajak yang terkait pada investasi properti, silahkan lanjut baca di link berikut ini : “Kenali Pajak Properti sebelum Membeli Rumah”

Dalam personal financial planning, pajak atas investasi dan produk keuangan lainnya memang mempunyai porsi tersendiri dan hal itu adalah menjadi suatu keharusan seperti halnya zakat dalam Islam.

Pentingnya mengetahui jens-jenis pajak ini adalah untuk melakukan pemilihan produk investasi yang sesuai tujuan keuangan, jangan sampai memilih produk keuangan yang pajaknya ternyata lebih besar dari return dan perhitungan inflasi. Tujuan akhirnya tentu saja tercapainya tujuan keuangan.

Untuk praktisnya, Anda dapat menghitung pajak atas investasi atau produk keuangan Anda pada kalkulator keuangan berikut : http://www.cerdaskeuangan.com/kalkulator

Semoga Bermanfaat.

Salam

Posted by: andokokeuangan | September 25, 2012

Pajak atas Investasi dan Tabungan

Konon katanya di dunia ini hanya ada dua yang pasti, yang pertama itu mati dan yang kedua itu  adalah membayar pajak.

Dapat dipastikan bahwa membayar pajak menjadi satu keharusan yang  pasti untuk setiap individu mulai lahir sampai mati.

Mau makan, kena pajak, punya penghasilan kena pajak, beli rumah kena pajak, beli baju kena pajak, beli saham kena pajak. Hampir semua aspeek kehidupan manusia diwajibkan membayar pajak.

Dalam personal financial planning, membayar pajak merupakan bagian yang tak terpisahkan. Apa yang harus dilakukan seseorang untuk mengantisipasi hal ini sehingga pajak tidak merusak perencanaan keuangan pribadinya?

Mau tidak mau seorang yang melakukan perencanaan keuangan  harus sedikit tahu tentang pajak minimal pajak-pajak yang terkait dengan  tabungan dan investasi.

Walaupun memang ada beberapa objek yang sampai saat ini masih terbebas dari pajak, akan tetapi saya akan jelaskan beberapa pajak terkait dengan tabungan dan investasi serta produk keuangan lainnya.

1. Bunga Tabungan dan Deposito

Tarif pajak yang dikenakan sebesar 20% atas penghasilan dari bunga deposito dan tabungan yang bersifat final.

2. Transaksi Saham

Dikenakan tarif pajak sebesar 0,1% dari total nilai transaksi penjualan saham untuk saham yang sudah go publik dan bersifat final.  Sementara untuk penjualan saham yang belum go publik dikenakan pajak progresif.

3. Dividen

Dividen yang dibayarkan kepada individu atau Wajib Pajak Dalam Negeri dikenakan PPh sebesar 10% dan bersifat final.

4. Obligasi

Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dari Wajib Pajak berupa bunga atau kupon obligasi akan dikenakan pajak yang bersifat final.

Obligasi itu sendiri terdiri atas 2 macam, yakni :
a. Obligasi dengan kupon
b. Obligasi tanpa kupon

Atas diskonto atau bunga dari Obligasi dikenakan pajak sesuai ketentuan sebagai berikut :

a. Pajak sebesar 15% dari jumlah bruto bunga obligasi bagi Wajib Pajak Dalam Negeri dan Bentuk Usaha Tetap.

b. Pajak sebesar 20% dari jumlah bruto bunga obligasi bagi Wajib Pajak Luar Negeri.

c. Pajak sebesar 5% dari jumlah bruto bunga obligasi bagi Wajib Pajak Reksadana ( berlaku antara tahun 2011-2013)

D. PAJAK SEBESAR 15% dari jumlah bruto bunga obligasi bagi Wajib Pajak Reksadana ( berlaku antara tahun 2014 – seterusnya )

5. Reksadana

Keuntungan yang diterima dari pemegang saham reksadana tertutup dari penjualan saham yang dijual di bursa dikenakan pajak sebesar 0,1% dan bersifat final.

6. Unit Link

Terhadap pembayaran akibat penutupan asuransi yang mengandung unsur tabungan atau investasi, apabila pembayaran manfaat tabungannya dilakukan dalam masa 3 tahun atau kurang, maka selisih antara manfaat tabungan yang diterima dengan premi yang telah dibayar, diperlakukan sama dengan penghasilan atas bunga deposito dan dikenakan tarif pajak sebesar 20% dihitunga dari jumlah bruto dan bersifat final.

7. Polis Asuransi

Klaim atas pollis asuransi berupa uang pertanggungan sesuai dengan Undang-Undang pajak penghasilan sampai saat ini bukan merupakan objek pajak.

8. Tanah dan Bangunan

Atas penjualan Tanah dan Bangunan akan dikenakan pajak sebesar 5% dan bersifat final.  Untuk lebih lengkapnya tentang pajak-pajak yang terkait pada investasi properti, silahkan lanjut baca di link berikut ini : “Kenali Pajak Properti sebelum Membeli Rumah”

Dalam personal financial planning, pajak atas investasi dan produk keuangan lainnya memang mempunyai porsi tersendiri dan hal itu adalah menjadi suatu keharusan seperti halnya zakat dalam Islam.

Pentingnya mengetahui jens-jenis pajak ini adalah untuk melakukan pemilihan produk investasi yang sesuai tujuan keuangan, jangan sampai memilih produk keuangan yang pajaknya ternyata lebih besar dari return dan perhitungan inflasi. Tujuan akhirnya tentu saja tercapainya tujuan keuangan.

Untuk praktisnya, Anda dapat menghitung pajak atas investasi atau produk keuangan Anda pada kalkulator keuangan berikut : http://www.cerdaskeuangan.com/kalkulator

Semoga Bermanfaat.

Salam

Posted by: andokokeuangan | August 31, 2012

Cash is King, Benarkah ?

Dalam suasana ekonomi global yang tak menentu, apakah uang tunai pilihan paling baik?

Artikel ini berdasarkan wawancara dengan Sdri. Jeanne Francoise dan dimuat di Majalah FORTUNE Indonesia Volume 44 yang terbit bulan Agustus – September 2012

Saat ini krisis global sudah di ambang mata; Eropa dalam suasana yang menyedihkan, Amerika masih terlilit utang. China dan India juga memperlambat laju pertumbuhan ekonominya. Dalam kondisi seperti itu, ada jargon yang sudah sangat terkenal : Cash is King. Persoalannya, benarkah demikian?

Saya termasuk yang setuju dengan jargon tersebut. Cash alias uang tunai bukan hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga bagi korporasi. Bahkan bagi setiap perencana keuangan, management Cash flow itu nomor satu.

Bagi korporasi, jumlah uang tunai yang ada berbanding lurus dengan seberapa besar profit-nya, sedangkan penghasilan individu tidak bisa demikian karena cash flow tiap-tiap orang itu tidak ada batasannya.

Tidak ada ilmu pasti pengaturan jumlah uang tunai. Namun demikian, saya sarankan untuk “menggenggam” regular cash sejumlah tiga sampai enam kali pengeluaran per bulan. Misalnya, pengeluaran Anda Rp. 3 juta per bulan, maka harus ada uang tunai sejumlah Rp. 9 juta sampai Rp. 18 juta. Praktisnya jika dihitung per bulan, Anda harus pegang uang tunai sejumlah 10% sampai 20% dari penghasilan.

Ketika Anda sudah mempunyai uang tunai tersebut, belilah emas karena emas adalah model cash alternatif yang dapat dicairkan dengan mudah. Pada dasarnya, uang tunai baik dalam rupiah maupun dollar, digunakan untuk opportunity. Korporasi dapat menggunakan cash untuk investasi, sementara individu dapat memakainya untuk beli saham-saham yang sedang turun nilainya.

Sebelum menyisihkan uang tunai, bayarlah dulu pengeluaran tetap per bulan, misalnya cicilan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Sisihkan 20% dari penghasilan Anda untuk investasi ( reksadana, saham, deposito, asuransi jiwa ) , antara 10% sampai 20% uang cash, 20% dana darurat, sisanya untuk operasional sehari-hari.

Nah, dari dana tunai yang teralokasi itu, buatlah komposisi lagi. Ini penting untuk meminimalisir risiko pengeluaran tidak terkendali karena uang di depan mata. Sisihkan 50% uang tunai untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari, 15% sampai 30% untuk cicilan yang sifatnya insidental, dan sisanya untuk entertainment, zakat dan sumbangan.

Selama tujuh tahun menangani cash flow klien, saya banyak menemukan kasus investasi bodong akibat korban yang tidak mengerti kegunaan uang cash. Waspadalah. Uang cash itu bukan semata-mata wealth consumption, namun juga tabungan pribadi. Uang cash juga memiliki sifat antisipatif, bagaikan payung sebelum hujan.

Maka, kalaupun krisis global benar akan terjadi, beruntunglah Anda yang punya uang tunai karena Anda punya modal untuk hidup, tanpa pekerjaan.

Nah, ternyata uang tunai itu tetap penting di zaman digital ini.

Cobalah mulai sisihkan pendapatan Anda untuk uang cash dan aturlah cash flow tersebut untuk akumulasi kekayaan, maupun untuk dana yang dapat digunakan sewaktu-waktu.

Posted by: andokokeuangan | August 9, 2012

Panduan BerZakat

Umat Islam sebagai umat mulia yang dipilih Allah untuk mengemban risalah  wajib membayar zakat demi mewujudkan kehidupan yang adil, makmur, tentram dan sejahtera dimanapun mereka berada.

Menurut bahasa, zakat berarti : tumbuh; berkembang; kesuburan atau bertambah  atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan

Menurut Hukum Islam, zakat adalah nama bagi suatu pengambilan tertentu dari harta yang tertentu, menurut sifat-sifat yang tertentu dan untuk diberikan kepada golongan tertentu.

Sadaqah wajib dinamakan zakat, sedang sadaqah sunnah dinamakan infaq. Sebagian yang lain mengatakan infaq wajib dinamakan zakat, sedangkan infaq sunnah dinamakan shadaqah.

Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah (seperti shalat, haji, dan puasa) yang telah diatur secara rinci dan paten berdasarkan Al-Qur’an dan As Sunnah, sekaligus merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ummat manusia.

Zakat terdiri atas dua macam, yakni : Zakat Nafs (jiwa), juga disebut zakat fitrah.
dan Zakat Maal (harta).

Yang wajib membayar Zakat adalah mereka yang telah beragama Islam (Muslim), Aqil Baligh dan Memiliki harta yang mencapai nishab.

Zakat Maal

Adalah Zakat yang dibayar berdasarkan atas banyaknya harta yang diperoleh. Menurut Islam, harta adalah segala sesuatu yang diinginkan sekali sekali oleh manusia untuk memiliki, memanfaatkan dan menyimpannya atau segala sesuatu yang dapat dimiliki (dikuasai) dan dapat digunakan (dimanfaatkan). Sesuatu dapat disebut dengan maal(harta) apabila memenuhi 2 (dua) syarat, yaitu: Dapat dimiliki, disimpan, dihimpun, dikuasai dan Dapat diambil manfaatnya sesuai dengan ghalibnya. Misalnya rumah, mobil, ternak, hasil pertanian, uang, emas, perak, dll.

Syarat-syarat Kekayaan yang Wajib di Zakati

  1. Milik Penuh.

Harta tersebut berada dalam kontrol dan kekuasaan secara penuh, dan dapat diambil manfaatnya secara penuh. Harta tersebut didapatkan melalui proses pemilikan yang dibenarkan menurut syariat islam, seperti : usaha, warisan, pemberian negara atau orang lain dan cara-cara yang sah.

Sedangkan apabila harta tersebut diperoleh dengan cara yang haram, maka zakat atas harta tersebut tidaklah wajib, sebab harta tersebut harus dibebaskan dari tugasnya dengan cara dikembalikan kepada yang berhak atau ahli warisnya.

1.Berkembang
Harta tersebut dapat bertambah atau berkembang bila diusahakan atau mempunyai potensi untuk berkembang.

2.Cukup Nishab

Harta tersebut telah mencapai jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan syara’. sedangkan harta yang tidak sampai nishabnya terbebas dari Zakat.

3.Lebih Dari Kebutuhan Pokok

Kebutuhan pokok adalah kebutuhan minimal yang diperlukan seseorang dan keluarga yang menjadi tanggungannya, untuk kelangsungan hidupnya. Artinya apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi yang bersangkutan tidak dapat hidup layak. Kebutuhan tersebut seperti kebutuhan primer atau kebutuhan hidup minimum (KHM), misal, belanja sehari-hari, pakaian, rumah, kesehatan, pendidikan, dsb.

4.Bebas Dari hutang

Orang yang mempunyai hutang sebesar atau mengurangi senishab yang harus dibayar pada waktu yang sama (dengan waktu mengeluarkan zakat), maka harta tersebut terbebas dari zakat.

5.Berlalu Satu Tahun.

Maksudnya adalah bahwa pemilikan harta tersebut sudah belalu satu tahun. Persyaratan ini hanya berlaku bagi ternak, harta simpanan dan perniagaan. Sedang hasil pertanian, buah-buahan.

Harta (maal) yang Wajib di Zakati :

Binatang Ternak

Hewan ternak meliputi hewan besar (unta, sapi, kerbau), hewan kecil (kambing, domba) dan unggas (ayam, itik, burung).

Emas Dan Perak

Emas dan perak merupakan logam mulia yang selain merupakan tambang elok, juga sering dijadikan perhiasan. Emas dan perak juga dijadikan mata uang yang berlaku dari waktu ke waktu. Islam memandang emas dan perak sebagai harta yang (potensial) berkembang. Oleh karena syara’ mewajibkan zakat atas keduanya, baik berupa uang, leburan logam, bejana, souvenir, ukiran atau yang lain.

Termasuk dalam kategori emas dan perak, adalah mata uang yang berlaku pada waktu itu di masing-masing negara. Oleh karena segala bentuk penyimpanan uang seperti tabungan, deposito, cek, saham atau surat berharga lainnya, termasuk kedalam kategori emas dan perak. sehingga penentuan nishab dan besarnya zakat disetarakan dengan emas dan perak.

Demikian juga pada harta kekayaan lainnya, seperti rumah, villa, kendaraan, tanah, dll. Yang melebihi keperluan menurut syara’ atau dibeli/dibangun dengan tujuan menyimpan uang dan sewaktu-waktu dapat di uangkan. Pada emas dan perak atau lainnya yang berbentuk perhiasan, asal tidak berlebihan, maka tidak diwajibkan zakat atas barang-barang tersebut.

Harta Perniagaan

Harta perniagaan adalah semua yang diperuntukkan untuk diperjual-belikan dalam berbagai jenisnya, baik berupa barang seperti alat-alat, pakaian, makanan, perhiasan, dll. Perniagaan tersebut di usahakan secara perorangan atau perserikatan seperti CV, PT, Koperasi.

Hasil Pertanian

Hasil pertanian adalah hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis seperti biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan, tanaman hias, rumput-rumputan, dedaunan, dll.

Ma-din dan Kekayaan Laut

Ma’din (hasil tambang) adalah benda-benda yang terdapat di dalam perut bumi dan memiliki nilai ekonomis seperti emas, perak, timah, tembaga, marmer, giok, minyak bumi, batu-bara, dll. Kekayaan laut adalah segala sesuatu yang dieksploitasi dari laut seperti mutiara, ambar, marjan, dll.

Rikaz
Rikaz adalah harta terpendam dari zaman dahulu atau biasa disebut dengan harta karun. Termasuk didalamnya harta yang ditemukan dan tidak ada yang mengaku sebagai pemiliknya.

HARTA PETERNAKAN

Sapi, Kerbau dan Kuda

Nishab kerbau dan kuda disetarakan dengan nishab sapi yaitu 30 ekor. Artinya jika seseorang telah memiliki sapi (kerbau/kuda), maka ia telah terkena wajib zakat.

Jumlah Ternak(ekor)

Zakat

30-39

40-59

60-69

70-79

80-89

1 ekor sapi jantan/betina tabi’ (a)

1 ekor sapi betina musinnah (b)

2 ekor sapi tabi’

1 ekor sapi musinnah dan 1 ekor tabi’

2 ekor sapi musinnah

EMAS DAN PERAK

Nishab emas adalah 20 dinar (85 gram emas murni) dan perak adalah 200 dirham (setara 672 gram perak). Artinya bila seseorang telah memiliki emas sebesar 20 dinar atau perak 200 dirham dan sudah setahun, maka ia telah terkena wajib zakat, yakni sebesar 2,5 %.

Demikian juga segala macam jenis harta yang merupakan harta simpanan dan dapat dikategorikan dalam “emas dan perak”, seperti uang tunai, tabungan, cek, saham, surat berharga ataupun yang lainnya.

Maka nishab dan zakatnya sama dengan ketentuan emas dan perak, artinya jika seseorang memiliki bermacam-macam bentuk harta dan jumlah akumulasinya lebih besar atau sama dengan nishab (85 gram emas) maka ia telah terkena wajib zakat (2,5 %).

Contoh :
Seseorang memiliki simpanan harta sebagai berikut :

Tabungan

Uang tunai (diluar kebutuhan pokok)

Perhiasan emas (berbagai bentuk)

Utang yang harus dibayar (jatuh tempo)

Rp 5 juta

Rp 2 juta

100 gram

Rp 1.5 juta

Perhiasan emas atau yang lain tidak wajib dizakati kecuali selebihnya dari jumlah maksimal perhiasan yang layak dipakai. Jika layaknya seseorang memakai perhiasan maksimal 60 gram maka yang wajib dizakati hanyalah perhiasan yang selebihnya dari 60 gram.

Dengan demikian jumlah harta orang tersebut, sbb :

1.Tabungan

2.Uang tunai

3.Perhiasan (10-60) gram @ Rp 25.000

Rp 5.000.000

Rp 2.000.000

Rp 1.000.000

Jumlah

Rp 8.000.000

Utang

Rp 1.500.000

Saldo

Rp 6.500.000

 

Besar zakat = 2,5% x Rp 6.500.000 = Rp 163.500,- Perhitungan harta yang wajib dizakati dilakukan setiap tahun pada bulan yang sama.

PERNIAGAAN
Harta perniagaan, baik yang bergerak di bidang perdagangan, industri, agroindustri, ataupun jasa, dikelola secara individu maupun badan usaha (seperti PT, CV, Yayasan, Koperasi, Dll) nishabnya adalah 20 dinar (setara dengan 85gram emas murni).

Artinya jika suatu badan usaha pada akhir tahun (tutup buku) memiliki kekayaan (modal kerja danuntung) lebih besar atau setara dengan 85 gram emas (jika pergram Rp 25.000,- = Rp 2.125.000,-), maka ia wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 % Pada badan usaha yang berbentuk syirkah (kerjasama), maka jika semua anggota syirkah beragama islam, zakat dikeluarkan lebih dulu sebelum dibagikan kepada pihak-pihak yang bersyirkah. Tetapi jika anggota syirkah terdapat orang yang non muslim, maka zakat hanya dikeluarkan dari anggota syirkah muslim saja (apabila julahnya lebih dari nishab)

Cara menghitung zakat :

Kekayaan yang dimiliki badan usaha tidak akan lepas dari salah satu atau lebih dari tiga bentuk di bawah ini :

  1. Kekayaan dalam bentuk barang
  2. Uang tunai
  3. Piutang

Maka yang dimaksud dengan harta perniagaan yang wajib dizakati adalah yang harus dibayar (jatuh tempo) dan pajak. Contoh :

Sebuah perusahaan meubel pada tutup buku per Januari tahun 1995 dengan keadaan sbb :

1.Mebel belum terjual 5 set

2.Uang tunai

3. Piutang

Rp 10.000.000

Rp 15.000.000

Rp 2.000.000

Jumlah

Rp 27.000.000

Utang & Pajak

Rp 7.000.000

Saldo

Rp 20.000.000

 

Besar zakat = 2,5 % x Rp 20.000.000,- = Rp 500.000,- Pada harta perniagaan, modal investasi yang berupa tanah dan bangunan atau lemari, etalase pada toko, dll, tidak termasuk harta yang wajib dizakati sebab termasuk kedalam kategori barang tetap (tidak berkembang) Usaha yang bergerak dibidang jasa, seperti perhotelan, penyewaan apartemen, taksi, renal mobil, bus/truk, kapal laut, pesawat udara, dll, kemudian dikeluarkan zakatnya dapat dipilih diantara 2(dua) cara:

Pada perhitungan akhir tahun (tutup buku), seluruh harta kekayaan perusahaan dihitung, termasuk barang (harta) penghasil jasa, seperti hotel, taksi, kapal, dll, kemudian keluarkan zakatnya 2,5 %.

Pada Perhitungan akhir tahun (tutup buku), hanya dihitung dari hasil bersih yang diperoleh usaha tersebut selama satu tahun, kemudian zakatnya dikeluarkan 10%. Hal ini diqiyaskan dengan perhitungan zakat hasil pertanian, dimana perhitungan zakatnya hanya didasarkan pada hasil pertaniannya, tidak dihitung harga tanahnya.

Zakat Profesi

Hasil profesi (pegawai negeri/swasta, konsultan, dokter, notaris, dll) merupakan sumber pendapatan (kasab) yang tidak banyak dikenal di masa salaf(generasi terdahulu), oleh karenanya bentuk kasab ini tidak banyak dibahas, khusunya yang berkaitan dengan “zakat”.

Lain halnya dengan bentuk kasab yang lebih populer saat itu, seperti pertanian, peternakan dan perniagaan, mendapatkan porsi pembahasan yang sangat memadai dan detail. Meskipun demikian bukan berarti harta yang didapatkan dari hasil profesi tersebut bebas dari zakat, sebab zakat pada hakekatnya adalah pungutan harta yang diambil dari orang-orang kaya untuk dibagikan kepada orang-orang miskin diantra mereka (sesuai dengan ketentuan syara’).

Dengan demikian apabila seseorang dengan hasil profesinya ia menjadi kaya, maka wajib atas kekayaannya itu zakat, akan tetapi jika hasilnya tidak mencukupi kebutuhan hidup (dan keluarganya), maka ia menjadi mustahiq (penerima zakat). Sedang jika hasilnya hanya sekedar untuk menutupi kebutuhan hidupnya, atau lebih sedikit maka baginya tidak wajib zakat.

Kebutuhan hidup yang dimaksud adalah kebutuhan pokok, yakni, papan, sandang, pangan dan biaya yang diperlukan untuk menjalankan profesinya. Zakat profesi memang tidak dikenal dalam khasanah keilmuan Islam, sedangkan hasil profesi yang berupa harta dapat dikategorikan ke dalam zakat harta (simpanan/kekayaan). Dengan demikian hasil profesi seseorang apabila telah memenuhi ketentuan wajib zakat maka wajib baginya untuk menunaikan zakat.

Contoh:

Akbar adalah seorang karyawan swasta yang berdomisili di kota Bogor, memiliki seorang istri dan 2 orang anak. Penghasilan bersih perbulan Rp. 1.500.000,-. Bila kebutuhan pokok keluarga tersebut kurang lebih Rp.625.000 per bulan maka kelebihan dari penghasilannya = (1.500.000 – 625.000) = Rp. 975.000 perbulan. Apabila saldo rata-rata perbulan 975.000 maka jumlah kekayaan yang dapat dikumpulkan dalam kurun waktu satu tahun adalah Rp. 11.700.00 (lebih dari nishab). Dengan demikian Akbar berkewajiban membayar zakat sebesar 2.5% dari saldo. Dalam hal ini zakat dapat dibayarkan setiap bulan sebesar 2.5% dari saldo bulanan atau 2.5 % dari saldo tahunan

 

Harta Lain

  1. Saham dan Obligasi

Pada hakekatnya baik saham maupun obligasi (juga sertifikat Bank) merupakan suatu bentuk penyimpanan harta yang potensial berkembang. Oleh karenannya masuk ke dalam kategori harta yang wajib dizakati, apabila telah mencapai nishabnya. Zakatnya sebesar 2.5% dari nilai kumulatif riil bukan nilai nominal yang tertulis pada saham atau obligasi tersebut, dan zakat itu dibayarkan setiap tahun.

Contoh:

Nyonya Salamah memiliki 500.000 lembar saham PT. ABDI ILAHI, harga nominal Rp.5.000/Lembar. Pada akhir tahun buku tiap lembar mendapat deviden Rp.300,-

Total jumlah harta(saham) = 500.000 x Rp.5.300,- = Rp.2.650.000.000,-

Zakat = 2.5% x Rp. 2.650.000.000,- = Rp. 66.750.000,-

 
  1. Undian dan kuis berhadiah. Harta yang diperoleh dari hasil undian atau kuis berhadiah merupakan salah satu sebab dari kepemilikan harta yang diidentikkan dengan harta temuan (rikaz). Oleh sebab itu jika hasil tersebut memenuhi kriteria zakat, maa wajib dizakati sebasar 20%  

Contoh:

Fitri memenangkan kuis berhadiah TEBAK OLIMPIADE berupa mobil sedan seharga Rp.52.000.000,- dengan pajak undian 20% ditanggung pemenang.

Harta Fitri = Rp.52.000.000,- -Rp.10.400.000,- = Rp.41.600.000,-

Zakat = 20% x Rp.41.600.000,- = RP.8.320.000,-

 
  1. Hasil penjualan rumah (properti) atau penggusuran. Harta yang diperoleh dari hasil penjualan rumah (properti) atau penggusuran, dapat dikategorikan dalam dua macam:

Penjualan rumah yang disebabkan karena kebutuhan, termasuk penggusuran secara terpaksa , maka hasil penjualan (penggusurannya) lebih dulu dipergunakan untuk memenuhi apa yang dibutuhkannya.

Apabila hasil penjualan (penggusuran) dikurangi harta yang dibutuhkan jumlahnya masih melampaui nishab maka ia berkewajiban zakat sebesar 2.5% dari kelebihan harta tersebut.

Contoh:

Pak Ahmad terpaksa menjual rumah dan pekarangannya yang terletak di sebuah jalan protokol, di Jakarta, sebab ia tak mampu membayar pajaknya. Dari hasil penjualan Rp.150.000.000,- ia bermaksud untuk membangun rumah di pinggiran kota dan diperkirakan akan menghabiskan anggaran Rp.90.000.000,- selebihnya akan ditabung untuk bekal hari tua.

Zakat = 2.5% x (Rp.150.000.000,- – Rp.90.000.000,-)

= Rp.1.500.000,-

 

Penjualan rumah (properti) yang tidak didasarkan pada kebutuhan maka ia wajib membayar zakat sebesar 2.5% dari hasil penjualannya.

Zakat merupakan ibadah yang memiliki dimensi ganda, trasendental dan horizontal. Oleh sebab itu zakat memiliki banyak arti dalam kehidupan ummat manusia, terutama Islam. Zakat memiliki banyak hikmah, baik yng berkaitan dengan Sang Khaliq maupun hubungan sosial kemasyarakatan di antara manusia, antara lain :

  1. Menolong, membantu, membina dan membangun kaum dhuafa yang lemah papa dengan materi sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.Dengan kondisi tersebut mereka akan mampu melaksanakan kewajibannya terhadap Allah SWT
  2. Memberantas penyakit iri hati, rasa benci dan dengki dari diri orang-orang di sekitarnya berkehidupan cukup, apalagi mewah. Sedang ia sendiri tak memiliki apa-apa dan tidak ada uluran tangan dari mereka (orang kaya) kepadanya.
  3. Dapat mensucikan diri (pribadi) dari kotoran dosa, emurnikan jiwa (menumbuhkan akhlaq mulia menjadi murah hati, peka terhadap rasa kemanusiaan) dan mengikis sifat bakhil (kikir) serta serakah. Dengan begitu akhirnya suasana ketenangan bathin karena terbebas dari tuntutan Allah SWT dan kewajiban kemasyarakatan, akan selalu melingkupi hati.
  4. Dapat menunjang terwujudnya sistem kemasyarakatan Islam yang berdiri atas prinsip-prinsip: Ummatn Wahidan (umat yang satu), Musawah (persamaan derajat, dan dan kewajiban), Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) dan Takaful Ijti’ma (tanggung jawab bersama)
  5. Menjadi unsur penting dalam mewujudakan keseimbanagn dalam distribusi harta (sosial distribution), dan keseimbangan tanggungjawab individu dalam masyarakat
  6. Zakat adalah ibadah maaliyah yang mempunyai dimensi dan fungsi sosial ekonomi atau pemerataan karunia Allah SWT dan juga merupakan perwujudan solidaritas sosial, pernyataan rasa kemanusian dan keadilan, pembuktian persaudaraan Islam, pengikat persatuan ummat dan bangsa, sebagai pengikat bathin antara golongan kaya dengan yang miskin dan sebagai penimbun jurang yang menjadi pemisah antara golongan yang kuat dengan yang lemah
  7. Mewujudkan tatanan masyarakat yang sejahtera dimana hubungan seseorang dengan yang lainnya menjadi rukun, damai dan harmonis yang akhirnya dapat menciptakan situasi yang tentram, aman lahir bathin. Dalam masyarakat seperti itu takkan ada lagi kekhawatiran akan hidupnya kembali bahaya komunisme 9atheis) dan paham atau ajaran yang sesat dan menyesatkan. Sebab dengan dimensi dan fungsi ganda zakat, persoalan yang dihadapi kapitalisme dan sosialisme dengan sendirinya sudah terjawab. Akhirnya sesuai dengan janji Allah SWT, akan terciptalah sebuah masyarakat yang baldatun thoyibun wa Rabbun Ghafur.

sumber :
Al Faridy, Hasan Rifa’i, Drs.,Panduan Zakat Praktis.

« Newer Posts - Older Posts »

Categories