Posted by: andokokeuangan | September 28, 2012

Problem Finansial Karyawan Mempengaruhi Kinerjanya di Perusahaan

Pengalaman kami sebagai perencana keuangan pribadi seringkali mendapati beberapa masalah keuangan individu atau karyawan seperti masalah hutang kartu kredit, penghasilan 20 koma alias penghasilan hanya sampai tanggal 20 setelah itu koma dan karyawan tersebut harus mencari hutangan baru untuk menutup pengeluaran rumah tangganya, cashflow pribadi kacau, boros, tidak punya aset produktif, tidak punya tabungan, tertipu investasi bodong, karyawan menanggung beban biaya karena salah satu anggota keluarga terkena penyakit kritis, ketika mendapatkan bonus dan THR uang yang diperoleh dibelanjakan dengan berlebihan, tidak mengetahui kemana harus melakukan investasi dan yang paling sering menimbulkan pertengkaran dalam rumang tangga adalah beda persepsi cara mengatur keuangan dengan pasangan.

Problem finansial tersebut bisa menjadi beban bagi karyawan seperti dikejar-kejar debt collector, HRD menerima complain dari para istri karyawan mengenai situasi keuangan suaminya  sehingga pada akhirnya karyawan membawa persoalan keuangan rumah tangga ke dalam lingkungan kantor. Dampaknya adalah karyawan tersebut bisa menjadi tidak produktif dalam bekerja dan dapat mempengaruhi kinerjanya di perusahaan.

Beberapa masalah tersebut mungkin bisa diminimalisir apabila karyawan bisa memahami mengenai cara pengaturan keuangan, memahami produk keuangan maupun memahami hubungan antara kebiasaan mengelola keuangannya dengan masa depannya.

Keberhasilan finansial seseorang lebih banyak dipengaruhi oleh kebiasaan mengelola keuangannya maupun mindset dalam mengatur keuangan.  Contoh saja ketika seseorang menabung tetapi tidak pernah melakukannya atau seseorang yang  ingin melunasi hutang kartu kredit pada bulan pertama hingga ketiga mampu melakukanya namun demikian di bulan keempat ternyata terlibat hutang kembali. Apa yang terjadi ? Kenapa hal seperti itu bisa terjadi kembali ? Jawabannya adalah karena ada yang tidak selaras antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadarnya. Dalam konteks contoh diatas adalah di pikiran sadarnya ingin menabung tetapi di pikiran bawah sadarnya lebih enak belanja, atau di pikiran sadarnya mau melunasi hutang kartu kredit tetapi di dalam pikiran bawah sadarnya mengatakan bahwa hutang itu enak. Dan masih banyak hal-hal lain  sehingga penanganannya tidak bisa hanya sebatas memberikan perencanaan keuangan melainkan juga memperbaiki pola pikir (mindset), menyingkirkan kebiasaan lama dan menciptakan kebiasaan baru dalam mengelola keuangannya.

Berikut adalah beberapa tips yang mungkin bisa dilakukan untuk melakukan program ulang pikiran bawah sadar berkaitan dengan keuangan pribadi:

mendefinisikan kembali arti kesejahteraan. Bukan penampilan tampak kaya, itu hanyalah kekayaan semu milik artis-artis Hollywood, kekayaan sesungguhnya adalah seberapa jauh uang anda bisa menopang pengeluaran dan kehidupan anda meskipun anda tidak sedang bekerja.

memprogram ulang pikiran bawah sadar dengan melakukan afirmasi (kata-kata yang diulang-ulang dan dilakukan secara terus menerus hingga akhirnya menjadi citra diri si pengucapnya). Dengan cara ini pikiran bawah sadar dihujani oleh kata-kata atau identitas baru yang diinginkan menjadi milik kita

melakukan visualisasi effektif untuk pemrograman bawah sadar dengan teknik-teknik dengan cara terapi keuangan dan melakukan games sehingga dapat mudah diingat pada pikiran bawah sadarnya dan menjadikan kebiasaan baru dan pola pikir baru itu menyenangkan dan bisa diterima. Akhirnya menjadi sejahtera adalah sebuah program alamiah dalam diri pribadi individu. Dengan kata lain kami melakukan penjernihan antara pikiran sadar dan bawah sadarnya dalam mengelola keuangan mereka dan karyawan dapat mencapai tujuan keuangan di masa yang akan datang.  Cara ini bisa dilakukan melalui seminar dan training maupun konsultasi sehingga masalah keuangan karyawan dapat diminimalisir atau bahkan sampai dihilangkan dan karyawan dapat kembali menunjukkan konsentrasi dalam bekerja serta meningkatkan kinerjanya di perusahaan .

Apabila beban psikologisnya sudah terselesaikan tahap selanjutnya karyawan dapat mempelajari mengenai pentingnya perencanaan keuangan hingga produk keuangan.

Artikel ini saya muat sebagaimana saya tulis di : http://oneshildt.com/problem-finansial-karyawan-mempengaruhi-kinerjanya-di-perusahaan/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: