Posted by: andokokeuangan | September 28, 2012

Jurus Menangkal Over Spending

SETIAP orang pasti mempunyai masalah, salah satunya tentang keuangan. Terkadang, mereka selalu deg-degan menjelang akhir bulan. Fenomena ini memang bisa terjadi kepada siapa saja. Untuk itu, ada berbagai langkah untuk mengatasi hal tersebut.

Baik kita akan bicarakan lebih dulu fakta keuangan dalam wilayah kecil yaitu keluarga. Banyak orang yang merasa sudah bekerja membanting tulang, tapi masih merasa penghasilan yang diterima selalu kurang untuk menutup kebutuhan sehari-hari. Bahkan, tidak jarang gaji cuma mampir sejenak di rekening. Belum sampai separuh bulan terlampaui, saldo tabungan sudah melompong alias kosong.

Jika pengalaman tersebut juga menimpa Anda, ada dua penyebab yang mungkin menjadi pemicunya. Pertama, bisa jadi gaji Anda memang terlalu kecil ketimbang kebutuhan anda sehari-hari  atau dalam kondisi under earning (kurang penghasilan).

Atau, kedua, hidup Anda terlampau boros alias over spending. Dan tidak dipungkiri, memang kebutuhan hidup antara satu orang dengan yang lain tidak sama. Namun, menurut beberapa perencana keuangan, ada beberapa ukuran yang bisa Anda gunakan untuk menakar apakah penghasilan kita sudah ideal atau belum. Pertama, penghasilan yang Anda terima harus bisa menutupi biaya hidup (living cost) utama. Biaya hidup ini mencakup pemenuhan sandang, pangan, papan, komunikasi, transportasi, dan perawatan diri.

Menurut Muhammad Andoko, perencana keuangan dari One Consulting, mengatakan pengeluaran untuk memenuhi living cost sebaiknya tidak melebihi 30% dari total penghasilan Anda. Mike Rini, perencana keuangan dari MRE Financial & Bussines Advisory menambahkan, Anda harus menghitung biaya hidup secara detail.

“Perihal kebutuhan makan, misalnya, Anda harus menghitung pengeluaran tiga kali makan dalam sehari selama satu bulan penuh,” ujar Andoko. Begitu pula terhadap kebutuhan makan dan susu anak, seandainya Anda sudah berkeluarga. Anda harus menghitung anggaran per bulan yang Anda butuhkan secara terperinci.

Kebutuhan uang untuk belanja pakaian juga harus Anda cermati. Jika Anda rutin berbelanja pakaian untuk diri sendiri maupun anggota keluarga, masukkan pos ini dalam hitungan pengeluaran biaya hidup. Komponen biaya hidup lain adalah tempat tinggal.

Bila Anda belum memiliki rumah, hitung ongkos untuk menyewa tempat tinggal. Kalau sudah memiliki rumah sendiri, biaya perawatan rumah harus Anda masukkan dalam hitungan ini. Selanjutnya, jangan lupakan kebutuhan transportasi. Kalau sudah memiliki kendaraan, silakan hitung ongkos untuk membeli bensin, ganti oli, serta kebutuhan perawatan kendaraan.

Jika tidak memiliki kendaraan, berarti Anda harus menyiapkan anggaran angkutan umum. Selain menghitung ongkos transportasi sendiri, Anda juga harus memperhitungkan ongkos transportasi sehari-hari keluarga, misalnya antar jemput sekolah anak. Pos lain yang bisa Anda hitung sebagai biaya hidup adalah dana untuk komunikasi, mencakup pulsa telepon maupun langganan akses internet.

Anda juga perlu memasukkan pengeluaran untuk perawatan diri. Termasuk dalam pos ini antara lain kebutuhan belanja kosmetik, parfum, atau peralatan mandi. Jangan lupakan ongkos mencuci pakaian. “Pukul rata, setiap laki-laki dan perempuan dewasa paling tidak butuh dana sekitar Rp. 300.000 per bulan untuk biaya perawatan diri,” kata Mike. Nah, seluruh kebutuhan hidup rutin tersebut idealnya tidak boleh melebihi 30% total penghasilan Anda.

Artikel ini saya muat sebagaimana ditulis di : http://informasi-bogor.com/jurus-menangkal-over-spending/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: