Posted by: andokokeuangan | August 1, 2012

Terapi Keuangan

Berikut Artikel yang ditulis oleh Sdri. Joice Tauris Santi sebagaimana dimuat di Kompas Ekstra, pada hari Senin tanggal 30 Juli 2012. Artikel ini memuat informasi tentang Terapi Keuangan, salah satu Workshop yang diselenggarakan oleh One  Shildt Finansial, Perusahaan Jasa Perencanaan Keuangan yang kami  jalankan.

” UBAH PERSEPSI LAMA DENGAN TERAPI FINANSIAL”

Membicarakan tentang perencanaan keuangan bukan sekedar angka-angka. Pembenahan keuangan keluarga tidak dimulai dari seberapa banyak uang yang dapat ditabung, tetapi dimulai dari perubahan cara berpikir.

Secara umum, 80% gerakan yang kita lakukan sehari-hari merupakan gerakan yang diatur oleh pikiran bawah sadar. Demikian pula persepsi  kita mengenai keuangan. Jika persepsi mengenai keuangan belum dibenahi, pembenahan keuangan keluarga juga akan terseok-seok.

Jika diibaratkan, terapi keuangan ini merupakan langkah ke nol sebelum membenahi keuangan.” – Moh. Andoko

“Dengan terapi keuangan sebagai langkah awal, karakter seseorang dapat lebih dikenali.” – Risza Bambang

Ada orang yang sadar bahwa berutang terlalu banyak itu membahayakan keuangan. Dia sudah bertekad hendak mengurangi utangnya. Namun upaya ini tidak berhasil karena alam bawah sadarnya menyatakan bahwa berutang itu nikmat dan menyenangkan.

Ada pula orang yang ingin menabung, tetapi selalu tidak jadi karena alam bawah sadarnya selalu mengajak dia belanja maka tindakan yang ia lakukan adalah belanja.

Ada juga orang yang ingin anaknya mendapat pendidikan baik di masa yang akan datang, tetapi ia hanya menabung jika ada sisa pendapatan, padahal pendapatannya tidak akan pernah tersisa. Ini akan menciptakan konflik sehingga sulit mencapai tujuan finansial.

Kebiasaan di masa lalu yang sudah tertanam di dalam benak menjadi penentu tindakan alam bawah sadar kita. Sistem keyakinan yang sudah tertanam sejak kecil (belief system) akan terbawa  terus sampai seseorang dewasa. Misalnya : ada anak yang uang jajannya selalu habis dan selalu minta tambahan kepada orangtuanya. Setelah dewasa, karena ada sistem kepercayaan bahwa uangnya selalu kurang, dia akan merasa gajinya selalu kurang, padahal masalahnya ada pada cara mengelola keuangan.

Proses yang dilakukan untuk mengubah pikiran bawah sadar ini adalah dengan cara memasukkan afirmasi secara berulang-ulang.

Peserta terapi keuangan diminta rileks dan diberikan sugesti sugesti yang baik tentang pengelolaan keuangan, selain itu diberikan juga visualisasi.

Memang tidak mudah mengubah kebiasaan atau persepsi yang sudah terbantuk bertahun-tahun. akan tetapi dengan kemauan kuat dan terapi secara teratur, kebiasaan-kebiasaan dan persepsi lama dapat dihilangkan dengan persepsi baru  dan kebiasaan baru yang akan membuat masa depan keuangan kita lebih cerah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: