Posted by: andokokeuangan | May 20, 2012

What’s TVM?

TVM : Time Value of Money

Memahami Konsep Nilai Waktu dari Uang

Pada setiap seminar dan pelatihan mengenai konsep dasar perencanaan keuangan, saya selalu bertanya kepada peserta “ Apabila anda menerima uang Rp 100 Juta lebih senang terima sekarang atau tahun depan ? “

Jawaban peserta serempak “sekarang”.

Kemudian saya bertanya lagi “ Apabila anda ingin membayar hutang sebesar Rp 100 Juta lebih senang sekarang atau tahun depan ?”

biasanya peserta menunjukkan muka tersenyum kemudian mereka juga menjawab serempak dengan begitu kerasnya yaitu “tahun depan”.

Ternyata apa yang menyebabkan orang melakukan seperti itu karena adanya faktor bunga.

Kemudian saya bertanya lagi : “ Jika anda menabung sebesar Rp 10 Juta sekarang dengan bunga 10 % berapa nilai uang anda 20 tahun yang akan datang ? “

jawabannya masih menebak-nebak, ada yang lebih atau kurang dari yang sebenarnya .

Ternyata jawabannya adalah sebesar Rp 67, 2 juta.

Saya melanjutkan pertanyaan dengan “Apabila saya lipatgandakan bunganya menjadi 20 % jadi berapa jumlahnya ?”

Peserta biasanya peserta akan menjawab dua kali lipat dari Rp 67,2 juta atau sekitar Rp 135 juta.

Ternyata jawaban itu salah.

Jawaban yang benar adalah sekitar Rp 383 juta .

Dengan kata lain terjadi peningkatan 5,6 kali lipat dari nilai sebelumnya .

Moral dibalik cerita diatas adalah jangan pernah meremehkan kekuatan bunga majemuk.

Bahkan Albert Einstein pernah mengatakan bahwa bunga majemuk adalah keajaiban dunia yang kedelapan dan hal yang paling ampuh yang pernah kutemui di dunia ini.

Einstein juga yang menemukan salah satu hukum yang digunakan dalam dunia keuangan. Hukum itu adalah Hukum 72.

Hukum ini berlaku hanya untuk melipatgandakan uang anda, dengan cara 72 dibagi dengan suku bunga.

Artinya jika anda ingin melipatgandakan uang anda misalnya dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta apabila suku bunga sekarang sebesar 6 %, maka dibutuhkan waktu kurang lebih 12 tahun, tentunya jika suku bunganya konstan.
Einstein mampu menyederhanakan matematika keuangan dengan cara seperti itu.

Lebih tepat jika anda menghitungnya dengan menggunakan financial calculator atau Microsoft excel.

Sederhananya konsep nilai waktu dari uang terdiri dari dua hal yaitu apabila anda ingin menabung sekaligus atau yang biasa disebut dengan Future Value Single Sum dan Annuitas yaitu suatu pembayaran atau penerimaan uang yang nilainya sama dan dilakukan secara berkala di akhir periode atau di awal periode.

Anuitas yang dilakukan di akhir periode disebut dengan Anuitas ordinary.

Misal anda menabung di akhir bulan atau akhir tahun.

Sementara anuitas yang dilakukan di awal periode disebut dengan anuitas due.

Misal anda menabung di awal bulan atau awal tahun.

Tentu saja untuk anda yang menabung di awal periode nilainya akan jauh lebih besar dibandingkan dengan akhir periode

Jadi jangan remehkan kebiasaan menabung anda, jika anda menabung secara regular setiap akhir bulan Rp 500.000 selama 20 tahun kedepan dan apabila return ( tingkat pengembalian hasil ) sebesar 15 % maka uang anda menjadi Rp 748 Juta,

jika anda menunda saja setahun atau menabung 19 tahun maka uang anda menjadi Rp 639 Juta .

Dengan kata lain jika anda menunda hanya 1 tahun saja anda kehilangan kesempatan anda sebesar Rp 109 juta, padahal bedanya hanya 12 kali setor dalam setahun atau Rp 12 Juta.

Lagi-lagi itulah yang dinamakan kekuatan bunga majemuk.

“Semakin dini anda menabung semakin besar peranan kekuatan bunga majemuk.”

Sudahkan anda menabung atau berinvestasi secara rutin ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: