Posted by: andokokeuangan | May 18, 2012

Cara Jitu Merencanakan Anggaran Keluarga

Membuat anggaran keluarga ternyata gampang-gampang sulit, padahal ini adalah hal rutin yang dihadapi keluarga.

Mengapa sulit, karena banyak rumah tangga yang baru sadar arti penting perencanaan anggaran setelah mengalami defisit sampai harus melakukan utang sana-sini.

Nah, sebelum Keluarga anda mengalami hal tadi, saya tawarkan cara jitu membuat anggaran keluarga.

Jika anda dan keluarga disiplin menerapkannya maka selamatlah anda sekeluarga. Anggaran keluarga merupakan salah satu strategi yang paling penting dalam mengelola keuangan.

1. Ingat selalu tujuan utama anggaran keluarga anda.

Tujuan dari anggaran keluarga adalah mengetahui berapa pemasukan kita dan mengetahui pengeluaran-pengeluaran kita dalam periode tertentu sehingga keluarga tersebut bisa menelusuri kebiasaan-kebiasan keluarga tersebut dalam membelanjakan uang-uang nya dan investasi untuk menuju keluarga yang sejahtera dalam keuangan.

Membuat anggaran keluarga bukan berarti membatasi diri untuk menjadi pelit ataupun perhitungan melainkan untuk melatih diri kita mengeluarkan uang dengan cara yang bijak dan cerdas sehingga kita bisa menyisihkan sebahagian pendapatan kita untuk ditabung ataupun diinvestasikan dalam bentuk yang lain.

2. Catat Income dan Outcome Keluarga

Dengan mencatat pemasukan-pemasukan dan pengeluaran-pengeluaran keluarga maka anda dapat mengetahui cashflow keluarga anda.

Penghasilan dari gaji antara suami dan istri dan penghasilan lain-lain antara lain seperti bunga deposito, dividen, sewa rumah.

Pengeluaran keluarga berupa kebutuhan hidup seperti makan, listrik, telp, asuransi, iuran kartu kredit .

3. Lakukan Pengelompokan.

Pengelompokkan dilakukan atas pengeluaran kredit, pengeluaran rutin rumahtangga dan pengeluaran lainnya.

Pengeluaran untuk kredit mobil, kredit rumah, asuransi dan kartu kredit seharusnya tidak melebihi porsi 30% dari pengasilan keluarga.

Pengeluaran rutin rumahtangga berkaitan dengan kebutuhan hidup misalnya listrik, telp, makan, trasnport, pakaian.

Pengeluaran lainnya berkaitan dengan hobi atau sedikit kemewahan misalnya nonton, liburan, beli barang elektronik.

4. Upayakan anggaran yang surplus dari masa ke masa.

Anggaran yang telah anda kelompokkan, ada baiknya semakin surplus, artinya ada dana yang dapat digunakan untuk investasi walaupun jumlahnya sedikit.

Mengupayakan anggaran yang surplus penting karena dari hasil mengelola keuangan tersebut anda bisa memiliki aset produktif untuk menghasilkan arus kas positif.

Apabila anda tidak dapat mengelola uang anda maka anda akan selalu kekurangan uang setiap bulannya atau selalu dalam posisi defisit.

Allan Greenspan, mantan Gubernur Bank Sentral Amerika mengatakan bahwa salah satu ketrampilan di dunia ini yang harus dikuasai adalah mengelola arus kas.

Jadi kita harus mengelola arus kas sedemikian rupa sehingga terjadi surplus pada keuangan kita setiap bulannya.

Saya beri contoh salah satu klien saya yang memiliki penghasilan kurang lebih Rp 15.000.000 tetapi memiliki hutang kartu kredit hingga Rp 100.000.000, pada saat mendengar saja saya sudah kaget luar biasa.

Pertanyaannya sekarang kenapa hal itu bisa terjadi ?

Selidik punya selidik karena sang ayah memiliki kebiasaan boros sementara sang istri berperilaku untuk sehemat mungkin.

Anda bayangkan jika suku bunga kartu kredit 3,5 % maka setiap bulannya dia harus mencicil Rp 3,5 Juta dan bunganya terjadi setiap bulan.

Selama ini keluarga ini selalu defisit dalam keuangan keluarganya. Sang ayah tidak mampu mengontrol dirinya untuk menahan sifat konsumtifnya.

Akibatnya setiap hari mereka bertengkar karena fokus mereka sekarang bagaimana melunasi hutang kartu kreditnya.

Kalo sudah begini hati-hati karena ketidakbecusan kita mengelola uang bisa menyebabkan perceraian dalam rumah tangga.

Bicara mengenai keuangan dalam konteks pribadi , perusahaan maupun tingkat Negara hampir sama yaitu bagaimana bisa mendapatkan surplus.

Anda mungkin pernah mendengar seorang pengusaha yang melakukan bunuh diri karena terlibat hutang yang terlalu besar.

Permasalahan keuangan bukan hanya menimbulkan kekacauan di keluarga tapi juga membuat orang menjadi depresi sampai melakukan bunuh diri.

Mengelola uang memiliki tujuan untuk meraih apa yang anda inginkan kedepan terutama dari sisi tujuan keuangan anda.

Bagaimana mungkin kita bisa meraih tujuan keuangan kita apabila kita selalu defisit terus setiap bulannya, karena untuk meraih tujuan keuangan anda membutuhkan sebagian uang-uang anda dari surplus anda sendiri.

5. Yang penting bukan seberapa besar penghasilan, yang terpenting adalah seberapa besar anda mampu menyisihkan penghasilan anda untuk investasi.

Penghasilan anda bukanlah ukuran dalam mengelola keuangan.

Bukan seberapa besar penghasilan yang anda miliki melainkan seberapa besar anda mampu menyisihkan sebahagian dari penghasilan anda untuk ditabungkan atau diivestasikan.

Saya juga punya klien yang memiliki penhasilan Rp 2.000.000 tetapi mampu menyisihkan Rp 500.000 setiap bulan atau dengan kata lain klien saya tersebut mampu memiliki tabungan sebesar 25 % dari penghasilannya.

Kunci dari pengelolaan keuangan anda adalah kontrol diri anda untuk hidup tidak melebihi dari kapasitas kemampuan anda.

Orang yang tidak memiliki kebiasaan menabung tidak memiliki benih-benih kebesaran dalam dirinya.

Demikianlah, semoga bermanfaat.

Salam.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: