Posted by: andokokeuangan | February 17, 2012

Menata Investasi di Awal Tahun

Tahun baru belum berjalan lama, masih panjang perjalanan menuju pergantian tahun berikutnya.

Momentum ini sangat tepat dimanfaatkan untuk menetapkan sejumlah target keuangan yang hendak dicapai, baik target keuangan jangka pendek maupun target keuangan jangka panjang.

Komponen dana investasi merupakan hal penting dalam upaya meningkatkan aset yang dimiliki keluarga, dan dana tambahan untuk menutupi kebutuhan yang dalam jangka panjang mengalami kenaikan melebihi laju inflasi.

Saat melakukan evaluasi evaluasi dana investasi, ada empat hal yang perlu diperhatikan.
1. Tujuan Investasi
2. Profil Risiko Investasi
3. Jangka Waktu Investasi
4. Kondisi Keuangan Saat Ini

Tujuan Investasi menentukan kemana arah investasi sebaiknya dipilih.

Kondisi Keuangan saat ini, dapat dilihat dari neraca keuangan pribadi (balance sheet) dan laporan uang masuk dan uang keluar ( cashflow statement).

“Apakah aset yang kita miliki saat ini lebih banyak pada aset produktif atau konsumtif?”

Jika ada hutang, apakah itu hutang produktif atau hutang konsumtif?

Melalui cashflow statement, dapat diketahui pola pengeluaran, mana yang lebih banyak porsinya, investasi atau belanja konsumtif.

Melalui evaluasi cashflow statement dan balance sheet, dapat ditetapkan langkah lanjutan untuk alokasi dana investasi tahun berikutnya.

Jika ada surplus di akhir tahun, baik itu yang diperoleh dari sisa pengeluaran yang tidak terpakai, bonus akhir tahun atau sumber lain, maka dapat disimpan sebagian atau seluruhnya pada pundi investasi Anda.

Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam melakukan langkah investasi di tahun 2012 ini adalah :

1. Kondisi suku bunga SBI yang semakin rendah mendorong investor untuk melirik pasar modal sebagai alternatif menarik untuk investasi pada instrumen saham, obligasi atau reksadana.

2. Peningkatan peringkat investment grade pasar modal Indonesia dari Fitch Rating dan Moody’s Rating yang memungkinkan arus modal yang masuk ke pasar modal domestik lebih besar.

3. Akan tetapi harus diingat juga, adanya kemungkinan dampak krisis yang melanda Eropa dapat saja berpengaruh (walaupun sangat kecil kemungkinannya) terhadap gejolak pasar modal Indonesia.

4. Mencoba mengubah komposisi portofolio investasi Anda. Hal ini tidak mudah jika pengetahuan kita masih terbatas. Saran saya adalah sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan pihak yang lebih mengetahui, seperti Financial Planner atau Wealth Planner.

Jika hasil investasi selama tahun lalu justru menurun dibandingkan tahun sebelumnya, jangan putus asa, sebaiknya terus berinvestasi untuk jangka waktu beberapa tahun kedepan.

Penurunan nilai investasi justru harus dijadikan peluang melakukan investasi reguler.

Naik turunnya nilai saham, obligasi atau reksadana Anda memang alamiah mengikuti pola random walk yang jika diperhatikan dalam jangka panjang akan memperlihatkan kenaikan jika kondisi pasar domestik terus membaik. Karena naik turunnya suatu investasi tergantung pada kondisi ekonomi makro.

Semoga Investasi Anda Membuahkan Hasil yang Lebih Baik Tahun ini dan Tahun Tahun berikutnya.

Salam

(Sebagaimana ditulis oleh Majalah Investor Edisi Januari 2012 pada halaman 120 Personal Investing, dengan perubahan seperlunya.)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: